Tangis Paul Pogba di Monaco: Perjuangan Bangun dari Saat Gelap Profesi

oleh -841 Dilihat

Tangis Paul Pogba di Monaco: Perjuangan Bangun dari Saat Gelap Profesi

BabonBola – Tangis Paul Pogba pecah saat tanda-tangani kontrak 2 tahun bersama AS Monaco minggu kemarin. Di depan media, dia menyebutkan peristiwa itu sebagai “limpahan kebahagiaan”, tetapi realitanya bermakna yang lebih dalam dibanding sekedar rasa suka.

Pemain tengah berumur 32 tahun itu akui tidak sanggup meredam emosi waktu pikirkan semuanya yang sudah dilewatinya. Luka berkelanjutan, skorsing doping, dan permasalahan individu yang mengguncangkan moralnya sudah menjadi masalah berat.

Pogba cuma bermain sedikit lebih dari 200 menit sejak awal kali musim 2022/2023 karena gabungan dari semua persoalan itu. Keadaan ini membuat profesinya nyaris berhenti keseluruhan dalam dua musim akhir.

Sekarang, bersama AS Monaco, Pogba mengharap bisa tutup helai gelap hidupnya dan mengawali segala hal dari sejak awalnya. Perjuangannya bukan hanya untuk mengembalikan kesehatan fisik, tapi juga untuk memperoleh lagi konsistensi psikis yang sudah lama terusik.

Cedera Lama yang Belum Lenyap

Dalam pertemuan jurnalis perjumpaannya, Pogba akui semua masa lalu masa silam banjiri lagi pemikirannya saat tanda-tangani kontrak. Beragam kejadian traumatis yang dirasakannya sepanjang tahun ada kembali lagi ke permukaan.

Skorsing doping yang awalannya 4 tahun dan pada akhirnya dipotong menjadi 18 bulan lewat banding ke CAS, ditambahkan luka berkelanjutan, sudah membuat hampir mangkir keseluruhan dari sepak bola. Dua musim akhir menjadi masa paling susah saat profesinya.

Tetapi, masalah tidak terbatas pada faktor fisik semata-mata. Dibalik kurangnya menit bermain, keadaan psikis Pogba alami kemerosotan yang krusial.

Dia yakin jika ketenangan jiwa benar-benar mempengaruhi perform di atas lapangan. “Bila pikiran tenang, permainan akan berjalan dengan baik,” bebernya dengan penuh kepercayaan.

Kejadian penculikan oleh satu kelompok pria bertopeng yang mengikutsertakan kakaknya, Mathias Pogba, menjadi titik nadir dalam kehidupannya. Kejadian traumatis itu terjadi waktu dia tetap bela Manchester United, dan usaha pemerasan jadi berlanjut sesudah dia berpindah ke Juventus.

Set Baru Bersama Monaco

Mathias Pogba dijatuhi vonis 3 tahun penjara di akhir 2024, dengan 2 tahun salah satunya dibatalkan. Pogba sekarang memilih untuk “tutup halaman itu” dan mengawali set baru di Monaco.

Dia memperjelas jika konsentrasinya sekarang cuma tertuju pada periode sekarang dan apa yang telah ada di depannya. Masa silam yang gelap tidak kembali menjadi beban yang menghalangi jalannya di depan.

Pogba sadar jika dianya sudah alami peralihan yang krusial. “Masih Paul Pogba yang masih sama, tetapi kemungkinan yang lebih berkemauan dan Anda akan menyaksikan Pogba yang penuh kemauan,” katanya.

Dia akui motivasi paling besarnya sekarang ialah bermain supaya bisa dilihat secara langsung oleh beberapa anaknya. Kemauan menjadi panutan untuk buah hatinya menjadi penggerak khusus dalam perjuangan come-back ini.

CEO AS Monaco, Thiago Scuro, menambah jika keluarga, khususnya istri Pogba, ialah penggerak khusus di saat-saat susah. Pogba menyebutkan peristiwa ini ibarat saat dia tanda-tangani kontrak professional pertama kalinya, sebuah awalnya baru yang menghidupkan semangatnya.

Realisme dan Keinginan Ke arah Tim nasional Prancis

Walau Pogba mengatakan ingin tampil menantang Le Havre di pertandingan pembuka Ligue 1, Scuro langsung luruskan keinginan yang terlampau tinggi itu. Dia pastikan Pogba tidak main di pertandingan itu dan diprediksi perlu waktu 3 bulan untuk siap tampil penuh.

Pogba sendiri mengaku jika kemungkinan kembali lagi ke Tim nasional Prancis ialah mimpi tambahan yang perlu dicapai dengan setahap. Untuk capai hal itu, dia harus terlebih dahulu tampil reguler dan konsisten di tingkat club.

Hubungan sarana latihan Monaco dengan rumah Didier Deschamps menambahkan elemen motivasional untuknya. Proximity ini memberi kesempatan semakin lebih besar untuk mendapatkan perhatian dari pelatih tim nasional Prancis.

Dia tak lagi cuma tiba bawa aura dan keyakinan diri, tapi juga ketegasan, kerendahan hati, dan ketulusan. Sekarang, sebagai satu diantara pemain paling tua di tim, Pogba mengetahui tanggung-jawab anyarnya sebagai pimpinan di ruangan mengganti, dan mudah-mudahan di atas lapangan.

Tentang Penulis: Babon Bola

Gambar Gravatar
Babonbola.co.id adalah portal berita olahraga yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan menarik seputar dunia olahraga. Dengan tim jurnalis yang berpengalaman, kami menghadirkan berita terbaru tentang sepak bola, bulu tangkis, balap motor, basket, dan berbagai cabang olahraga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.