Sesudah Kalah Malu-maluin, Real Madrid Mengakui Permasalahan di Baris tengah
BabonBola – Kekalahan mutlak Real Madrid dari Benfica di pertandingan paling akhir Liga Champion tinggalkan cedera lebih dalam. Kylian Mbappe menyebutkan hasil itu malu-maluin, sedangkan Jude Bellingham akui kekurangan kata-kata hadapi laga sama yang balik terulang lagi.
Untuk Real Madrid, kekesalan itu tidak cuma tiba dari kekalahan besar yang mereka alami. Skema kekalahan yang dirasa familier, karena beberapa kali sudah terjadi, malah menjadi pukulan tambahan untuk Los Blancos.
Di tengah-tengah beragam argumen yang sejauh ini disampaikan, dimulai dari badai cedera sampai keadaan fisik tim, kekalahan ini memacu peralihan pemikiran. Untuk pertamanya kali musim ini, sorotan ditujukan ke pejabat club.
Peninggalan Pemain tengah yang Lenyap
Dalam bentang 3 tahun akhir, Real Madrid ditinggalkan Casemiro, Toni Kroos, dan Cedera Modric. Bersama dengan keperginya trio itu, dasar keberhasilan empat gelar Liga Champions dalam 5 tahun ikut lenyap.
Saat Kroos dan Modric tetap ada dalam tim, Los Blancos sebelumnya sempat raih satu kemenangan kembali pada 2024. Tetapi, dua musim selanjutnya, dengan 1 musim yang tetap jalan, memperlihatkan perform Eropa yang jauh dari standard lama mereka.
Keadaan ini perkuat kesan-kesan jika peralihan di baris tengah tidak berjalan lancar. Mangkirnya figure menguasai yang sanggup mengatur permainan menjadi permasalahan yang tetap berulang-ulang.
Management Mengakui Gagasan Tidak Jalan
Berdasar laporan Cadena SER, management Real Madrid sekarang terima realita jika gagasan gantikan peranan beberapa pemain tengah senior itu gagal.
Beberapa tokoh khusus seperti Presiden Florentino Perez, General Manajer Jose Angel Sanchez, dan Kepala Pemandu Talenta Juni Calafat disebutkan menjadi muka dari pernyataan itu.
Awalnya, kesusahan beberapa pemain cadangan kerap disangkutkan faktor lain, termasuk peranan Carlo Ancelotti dan Xabi Alonso. Tetapi, sesudah tiga pelatih berlainan menemui masalah sama dalam mengoptimalkan baris tengah, club mengaitkan jika permasalahannya berada pada rencana.
Pernyataan ini mengidentifikasi peralihan penting pada penilaian intern Real Madrid, khususnya sesudah musim yang penuh penekanan.
Investasi Besar, Imbas Terbatas
Real Madrid sudah datangkan Jude Bellingham, Aurelien Tchouameni, dan Eduardo Camavinga dengan keseluruhan ongkos 238 juta euro. Fede Valverde diharap ambil peranan yang semakin lebih besar di baris tengah.
Tetapi, tidak satu juga pada mereka betul-betul berubah jadi penguasa baris tengah sama seperti yang diharap. Bellingham memang tampil mencolok, tapi andilnya semakin terasa waktu bermain semakin maju.
Pernyataan atas ketidakberhasilan ini buka kemungkinan Real Madrid kembali aktif di transfer bursa musim panas. Club memandang tim yang terdapat tetap berkualitas di bawah instruksi Alvaro Arbeloa, tapi permasalahan khusus masih tetap ada di baris tengah.






