Real Madrid versus Marseille: Adat versus Tekad

oleh -841 Dilihat

Real Madrid versus Marseille: Adat versus Tekad

BabonBola – Real Madrid mengawali aksi di Liga Champions 2025/2026 dengan hadapi Marseille. Laga babak liga ini berjalan di Santiago Bernabeu pada Rabu, 17 September 2025, jam 02.00 WIB. Tanding ini mempertemukan team dengan adat panjang di panggung Eropa menantang club yang baru kembali sesudah sebelumnya sempat mangkir musim-musim.

Untuk Los Blancos, ini menjadi kesertaan ke-30 di gelaran berprestise itu, sejajar dengan Barcelona. Di lain sisi, Marseille memeriahkan lagi Liga Champions sesudah paling akhir tampil pada musim 2022/2023. Ke-2 team tiba dengan latar sejarah dan statistik yang sama-sama bertolak-belakang.

Madrid mempunyai rekor prima menantang Marseille dalam empat tatap muka awalnya di babak group. Kebalikannya, wakil Prancis itu selalu kesusahan waktu bertemu dengan club asal Spanyol. Keadaan ini membuat pertandingan di Bernabeu diprediksikan tidak imbang, tapi persaingan Eropa sering mendatangkan surprise.

Supremasi Los Blancos

Real Madrid telah 29 kali berurut maju ke babak luruh Liga Champions semenjak 1997, sebuah rekor yang memperjelas stabilitas mereka di Eropa. Dari 17 pertandingan kandang paling akhir hadapi team Prancis, mereka cuma menelan satu kekalahan, raih 12 kemenangan, dan empat hasil seimbang. Bahkan juga, enam kemenangan dicapai dalam tujuh tatap muka paling akhir.

Adat bagus kelihatan di pertandingan pertama. Di dalam 18 musim akhir, Madrid sanggup menang 16 kali di matchday 1.

Beberapa pemain bintang juga bawa rekor mengilap. Vinicius Junior selalu cetak gol dalam empat pertandingan babak liga paling akhir dengan keseluruhan tujuh gol. Dalam pada itu, Kylian Mbappe konsisten menjebol gawang musuh pada matchday 1 dalam tiga musim berurut, jadikan baris depan Los Blancos penuh teror.

Marseille si Tidak diunggulkan, Mengharap pada Aubameyang

Marseille berkunjung ke Bernabeu dengan posisi sebagai team tidak diunggulkan. Club asal Prancis ini cuma 3x tembus Liga Champions di dalam 12 musim akhir. Semenjak capai perempat final pada 2011/2012, mereka tidak pernah kembali melesat ke babak luruh.

Catatan mereka di gelaran ini kurang memberikan keyakinan. Dari 21 pertandingan paling akhir, Marseille menelan 18 kekalahan dan cuma raih tiga kemenangan. Bahkan juga, dalam enam dari 7 matchday 1 paling akhir, mereka sering kalah. Rekor tandang ke Spanyol juga jelek, dengan cuman satu kemenangan dari 8 kunjungan.

Walau demikian, Marseille tetap mempunyai figur yang mempunyai potensi memberikan surprise: Pierre-Emerick Aubameyang. Walaupun umurnya telah menua, perasaan gol Aubameyang masih tetap menjadi teror.

Adat versus Tekad

Laga ini mempertemukan adat menantang tekad. Real Madrid dengan catatan 199 kemenangan dan 698 gol di Liga Champions terang ada pada tingkat yang berlainan dibandingkan Marseille yang tetap berusaha mengatur lagi jalannya di panggung Eropa.

Tetapi, sepak bola selalu simpan kekuatan surprise. Untuk Marseille, tampil di Bernabeu menjadi gelaran untuk memperlihatkan jika mereka pantas berkompetisi lagi di persaingan elite. Dalam pada itu, untuk Madrid, mencetak kemenangan ialah sebuah kewajiban untuk menjaga status mereka sebagai penguasa Eropa.

Perhatian juga tertuju ke Bernabeu, tempat Real Madrid dan Marseille mengawali perjalanan baru di Liga Champions musim ini.

Tentang Penulis: Babon Bola

Gambar Gravatar
Babonbola.co.id adalah portal berita olahraga yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan menarik seputar dunia olahraga. Dengan tim jurnalis yang berpengalaman, kami menghadirkan berita terbaru tentang sepak bola, bulu tangkis, balap motor, basket, dan berbagai cabang olahraga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.