www.babonbola.co.id – Rasmus Hojlund, striker Manchester United, membuat peristiwa khusus dalam laga Denmark menantang Portugal di set kelanjutan UEFA Nations League.
Pemain berumur 22 tahun itu cetak gol kemenangan Denmark di menit ke-78, mengganti score menjadi 1-0. Tetapi, yang mengundang perhatian ialah selebrasi Hojlund sesudah cetak gol.
Hojlund mengikuti selebrasi ciri khas Cristiano Ronaldo, ‘siu’, pas di muka si legenda yang waktu itu ada di atas lapangan. Walau cetak gol ke gawang Portugal, selebrasi ini nampaknya adalah bentuk penghormatan Hojlund ke pujaannya semenjak kecil.
Ronaldo sendiri cuma dapat melihat dari terlalu jauh, pas di tengah-tengah lapangan.
Gol Kemenangan dan Selebrasi yang Mengguncangkan
Rasmus Hojlund masuk sebagai pemain cadangan di menit ke-69 dan cuma memerlukan sembilan menit untuk cetak gol.
Gol itu terbentuk karena umpan masak dari Andreas Skov Olsen, yang sukses diubah Hojlund dengan prima. Score 1-0 untuk Denmark juga bertahan sampai akhir laga.
Sesudah cetak gol, Hojlund segera lari ke pojok lapangan dan lakukan selebrasi ‘siu’ ala-ala Cristiano Ronaldo. Selebrasi ini segera jadi perhatian, khususnya karena Ronaldo sendiri melihatnya dari lapangan tengah.
Untuk Hojlund, peristiwa ini mungkin menjadi satu diantara yang terkesan dalam profesinya.
Hojlund dan Pujaannya, Cristiano Ronaldo
Rasmus Hojlund sebelumnya tidak pernah sembunyikan ketakjubannya pada Cristiano Ronaldo. Saat sebelum laga, dia mengutarakan bagaimana Ronaldo sudah mempengaruhi hidup dan profesinya.
“Cristiano ialah segala hal untuk saya. Saya jatuh hati pada sepak bola karena Cristiano, menjadi fans Manchester United karena Cristiano,” kata Hojlund.
Dia bercerita bagaimana Ronaldo menginspirasinya untuk latihan keras. “Saya mulai latihan sendiri karena Cristiano, lakukan push-up dan sit-up tiap hari saat sebelum tidur karena saya ingin seperti Cristiano,” sambungnya.
Untuk Hojlund, Ronaldo tidak cuma pemain berpotensi, tapi juga figur dengan semangat kerja yang hebat.
Dampak Ronaldo dalam Perubahan Hojlund
Hojlund mengutarakan jika ayahnya mengenalkannya pada Cristiano Ronaldo semenjak kecil. Ayahnya ingin Hojlund jadikan Ronaldo sebagai pujaan karena mentalitasnya yang kuat.
“Ayah saya mengenalkan saya pada Cristiano Ronaldo dan ingin saya menyukainya karena ia mempunyai mentalitas yang bagus. Tersebut argumen ia capai demikian beberapa hal dalam profesinya,” kata Hojlund.
Untuk Hojlund, Ronaldo ialah pemain terbaik selama hidup. Dia mengaku jika talenta saja tidaklah cukup, tapi usaha keras dan pengabdian Ronaldo yang membuat sukses.





