Raphael Varane Sebelumnya pernah Disebutkan Tidak Bermanfaat oleh Jose Mourinho

oleh -1163 Dilihat

www.babonbola.co.id  – Bekas bek tengah Prancis, Raphael Varane, belakangan ini mengutarakan cerita menarik mengenai saat-saat awalnya profesinya dengan Real Madrid di bawah bimbingan Jose Mourinho. Varane yang sekarang sudah pensiun bercerita bagaimana pelatih legendaris itu berikan motivasi, bahkan juga dengan yang berkesan keras.

Cerita ini berawal saat Varane, tetap berumur muda, gabung dengan Real Madrid di tahun 2011. Dia hadapi kompetisi ketat dengan pemain senior seperti Sergio Ramos dan Pepe, hingga peluang permainannya terbatas pada musim pertama kalinya.

Walaupun sebelumnya sempat merasa kesusahan menyesuaikan dan memperoleh waktu bermain yang kurang, Varane masih tetap gigih latihan. Pengakuan mengagetkan Mourinho selanjutnya menjadi titik kembali profesinya yang cemerlang.

Dalam podcast Aurelien Tchouameni, ‘The Bridge’, Varane memaparkan peristiwa di mana Mourinho secara terang-terangan mengatakan tidak bermanfaat. Tetapi, bukanlah putus asa, Varane malah terlecut untuk menunjukkan kekuatannya.

Awalnya Profesi yang Tidak Gampang di Real Madrid

Varane gabung dengan Real Madrid pada usia yang masih muda, penuh bakat tetapi kurang pengalaman. Dia harus berkompetisi dengan beberapa pemain bintang yang telah mapan di team khusus.

Musim pertama kalinya di Santiago Bernabeu menjadi saat penyesuaian yang berat untuk Varane. Dia cuma bermain di dalam 15 laga saja, umumnya di beberapa laga yang sudah tidak tentukan.

“Saat saya datang, ia (Mourinho) menjelaskan ke saya: ‘Saya cuma inginkan satu perihal, yakni sepanjang satu 1/2 jam tiap hari, kamu memberi segala hal. Selainnya, jangan cemas, kamu akan berkembang, saya akan mengurusinya. Rileks,'” ungkapkan Varane kenang kembali pengucapan Mourinho.

Motivasi dari Mourinho

Sesudah musim pertama kalinya, Varane mengharap memperoleh semakin banyak peluang bermain. Tetapi, performnya belum juga sama sesuai keinginan Mourinho.

Di awal musim 2012/13, Mourinho panggil Varane dan melemparkan kata-kata yang cukup pedas.

“Sesuatu hari, pada awal musim, ia panggil saya, walaupun awalnya musim team tidak baik. Saya ingat benar, itu pada tempat kesehatan, ia panggil saya. ‘Dia seorang yang saya hargai, ia karismatis, dan ia segera menjelaskan ke saya: ‘Tapi kenapa kamu tidak bermanfaat?'” tutur Varane.

Reaksi Varane atas komentar itu cukup mengagetkan. Dia tidak patah arang, justru terpicu untuk tingkatkan perform dan menunjukkan kemampuannya.

Mourinho selanjutnya melawan Varane untuk bermain menantang Manchester City di Liga Champions. Laga itu menjadi peristiwa signifikan dalam profesi Varane.

Walaupun merasa tidak siap secara mental dan fisik, Varane terima rintangan itu. Dia bermain-main dengan penuh semangat dan sukses memperlihatkan perform yang impresif.

“Saya bermain dalam laga itu, saya kram di mana saja, tapi saya mempunyai performa yang baik,” ingat Varane. “Kemudian, saya kembali lagi ke permainan, dan musim diawali sama sesuai gagasan. Di babak kedua musim, saya mempunyai paruh terbaik dalam profesi saya.”

Tentang Penulis: Babon Bola

Gambar Gravatar
Babonbola.co.id adalah portal berita olahraga yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan menarik seputar dunia olahraga. Dengan tim jurnalis yang berpengalaman, kami menghadirkan berita terbaru tentang sepak bola, bulu tangkis, balap motor, basket, dan berbagai cabang olahraga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.