Pro-kontra Acara pesta Kembali Tahun Lamine Yamal: Datangkan Orang Kerdil, Sekarang Terancam Proses Hukum

oleh -854 Dilihat

Pro-kontra Acara pesta Kembali Tahun Lamine Yamal: Datangkan Orang Kerdil, Sekarang Terancam Proses Hukum

BabonBola – Perayaan ulang tahun ke-18 Lamine Yamal memacu pembicaraan sesudah mendatangkan satu kelompok orang dengan keadaan dwarfisme dalam acaranya. Bintang Barcelona itu melangsungkan acara pesta individu pada Senin waktu di tempat, satu hari saat perayaan ulang tahunnya tanggal 13 Juli.

Acara berjalan di dalam rumah perdesaan sewaan Yamal yang berada di Olivella, memiliki jarak sekitaran 50 km dari Barcelona. Acara pesta itu didatangi beragam selebritis, termasuk rekanan segrupnya seperti Lewandowski, Alejandro Balde, Gavi, dan Raphinha.

Kedatangan kelompok-kelompok orang kerdil yang terekam camera waktu masuk venue memunculkan hujatan dari beragam kelompok. Episode ini munculkan kedukaan berkaitan penghormatan pada hak-hak penyandang disabilitas.

Pemerintahan dan Instansi HAM Bereaksi

Jesus Martin Blanco, Direktur Jenderal Hak Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial Spanyol. Menurut dia, perlakuan seperti ini mempunyai potensi memberi imbas jelek untuk angkatan muda.

“Kekuatiran kami tertuju pada seorang yang mempunyai dampak besar pada anak muda tetapi melangsungkan acara pesta dengan watak semacam ini,” bebernya ke kantor informasi EFE lewat Cadena Ser.

Martin memperjelas keutamaan kesetaraan di mata hukum. “Kekuatiran kami ialah beberapa orang yang mempunyai uang dan kekuasaan merasa bisa terbebas dari tanggung-jawab. Hukum berlaku untuk semuanya orang, tidak peduli yang lebih rendah hati atau yang berkuasa,” jelasnya.

Pembelaan dari Faksi Orang Kerdil

Pada hari yang masih sama, stasiun radio RAC1 siarkan interviu dengan satu diantara orang kerdil yang ikut datang dalam acara pesta itu. Suara saat interviu dikaburkan dan jati diri tidak disebut untuk pelindungan pembicara.

“Kemauan kami cuma untuk bekerja,” tutur pembicara itu. “Kami mempunyai kontrak sendiri, bekerja secara legal, dan tidak ada desakan pada kami.”

Ia menerangkan jika tindakan mereka adalah sisi dari atraksi professional. “Kami datang, menari, membagi minuman, lakukan trick sulap. Ini ialah selingan. Sebelumnya tidak pernah ada tindakan tidak hormat sepanjang kami tampil,” jelasnya.

Federasi Menuntut Proses Hukum

Walaupun ada pembelaan, federasi Achondroplasia and Other Skeletal Dysplasias with Dwarfism (ADEE) mencela keras perlakuan itu. Mereka mengatakan sebagai pelanggaran pada nilai norma dan hukum.

Dalam pengakuan resminya, ADEE mencuplik hukum yang larang atraksi yang “memakai penyandang disabilitas untuk bahan ejekan atau olokan secara berlawanan dengan martabat manusia.”

ADEE mengatakan akan tempuh lajur hukum dalam kasus ini. Tetapi, orang kerdil yang diinterviu mengeklaim tidak pernah dikontak faksi federasi dan memandang kritikan itu bikin rugi mata pencariannya.

Tentang Penulis: Babon Bola

Gambar Gravatar
Babonbola.co.id adalah portal berita olahraga yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan menarik seputar dunia olahraga. Dengan tim jurnalis yang berpengalaman, kami menghadirkan berita terbaru tentang sepak bola, bulu tangkis, balap motor, basket, dan berbagai cabang olahraga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.