www.babonbola.co.id – Nama Antonio Conte muncul lagi sebagai calon kuat menjadi pelatih AC Milan pada musim depan. Berdasar laporan dari reporter La Gazzetta dello Sport, Luca Bianchin, Conte dipandang seperti pilihan khusus bila management Rossoneri memilih untuk pisah dengan Sergio Conceicao.
Masa datang Conceicao di AC Milan memang belum juga tahu. Conceicao diyakinkan akan tinggalkan Milan bila tidak berhasil bawa teamnya finish di 4 besar Serie A musim ini.
Pertaruhan berkenaan masa datang Conte di Napoli ikut perkuat isu ini. Pelatih dari Italia itu kelihatan tidak berbahagia di timnya sekarang ini, membuat management Milan mulai pertimbangkan kemungkinan untuk mengambilnya.
Dalam sekian hari paling akhir, nama Conte menjadi lagi bahan pembicaraan hangat di kelompok fans dan media. Bianchin mengatakan jika pengakuan Conte yang didengar seperti perpisahan dengan Napoli memberi signal jika adanya kemungkinan peralihan bisa terjadi.
“Saya tidak menjelaskan ada suatu hal yang terjadi, tapi sesudah dengar pengakuannya yang didengar seperti perpisahan dengan Napoli, semua menjadi logis,” ungkapkan Bianchin.
Antonio Conte dan AC Milan: Sejarah yang Belum Diwujudkan
AC Milan sempat menampik Conte pada musim panas kemarin. Walaupun Conte dengan santun tawarkan jasanya, club memutuskan untuk meneruskan dengan pelatih lain.
Tetapi, dengan keadaan yang terdapat sekarang ini, baik Milan atau Conte nampaknya mempunyai keperluan yang masih sama untuk merajut bekerja sama.
Conte mempunyai reputasi yang mengagumkan pada dunia kepelatihan. Dia sebelumnya pernah sukses di beberapa club, termasuk Juventus dan Chelsea, di mana dia sukses raih banyak gelar.
Dengan pengalaman dan prestasi itu, banyak fans Milan yang mengharap Conte dapat bawa peralihan positif untuk team.
Gasperini versus Conte: Siapakah yang Lebih Sesuai untuk Milan?
Selainnya Antonio Conte, nama Gian Piero Gasperini disangkutkan bangku kepelatihan AC Milan. Tetapi, Bianchin yakini jika Conte ialah opsi lebih pas untuk Rossoneri. Menurut dia, Conte mempunyai reputasi lebih janjikan dibanding Gasperini.
Gasperini, walau dipandang seperti pelatih yang memikat, tetap tersisa tanda pertanyaan besar. Dia tidak pernah dites di tingkat club hebat, terkecuali pengalaman secara singkat di Inter yang usai buruk. Ini menjadi pemikiran untuk management Milan dalam pilih pelatih yang pas untuk masa datang club.
Bianchin memperjelas, “Conte lebih jamin keberhasilan. Saya kagum pada Gasperini, tapi Conte nampaknya ialah orang yang dapat membenahi apa yang diperlukan Milan.”
Saat Depan Conte di Napoli dan Kesempatan ke Milan
Sekarang ini, Antonio Conte tetap terjalin kontrak dengan Napoli sampai Juni 2027. Walau demikian, kekecewaan yang dia rasa di club membuat pertaruhan mengenai masa datangnya terus berguling. Napoli ada pada posisi ke-2 klassemen Serie A, tetapi perform team belum seutuhnya memberikan kepuasan.
Dengan keadaan yang terdapat, Conte diberitakan sedang pertimbangkan pilihan lain, termasuk kemungkinan gabung dengan AC Milan. Ini ialah peluang untuk Milan untuk memperoleh pelatih yang telah bisa dibuktikan mempunyai kekuatan bawa team raih keberhasilan.
“Milan telah ambil dampak negatif dengan pelatih asing, dan mungkin mereka malas ambil dampak negatif kembali dengan pelatih Italia yang tidak pernah latih club besar,” tambah Bianchin.
Pertaruhan mengenai masa datang Antonio Conte terus menghangat, khususnya dengan kemungkinan dianya gantikan Sergio Conceicao di AC Milan. Apa Conte bisa menjadi pelatih baru Rossoneri musim depan? Baca terus perubahannya cuma di Bola.net!





