‘Messi dari Turki’ Alternatif Luka Modric di Real Madrid

oleh -714 Dilihat

‘Messi dari Turki’ Alternatif Luka Modric di Real Madrid

BabonBola – Real Madrid siap-siap hadapi pertandingan penting menantang Juventus di set 16 besar Piala Dunia Antar-klub 2025. Menjelang pertandingan itu, satu nama bintang muda mulai muncul sebagai figur kunci untuk pelatih baru, Xabi Alonso.

Pemain itu ialah Arda Guler, sang ‘Messi dari Turki’ yang sebelumnya sempat kesusahan berkilau di bawah bimbingan Carlo Ancelotti musim kemarin. Sekarang, pemain tengah berumur 20 tahun itu seakan temukan lagi kehidupan anyarnya sesudah kehadiran Alonso.

Kebangunan Guler ini tidak ada secara kebenaran. Ada peranan besar dari Xabi Alonso yang sukses temukan posisi dan peranan terbaik dalam team, suatu hal yang tidak dia peroleh sebelumnya.

Sekarang, Arda Guler digadangkan tidak cuma sebagai bakat masa datang, tapi sebagai alternatif langsung si pakar baris tengah, Luka Modric, yang hendak selekasnya tinggalkan club.

Musim yang Naik Turun di Bawah Bimbingan Ancelotti

Satu tahun lalu, Arda Guler sebetulnya diprediksikan akan ambil peranan penting pada pergantian baris tengah Real Madrid. Dia akhiri musim pertama kalinya di Spanyol dengan catatan impresif, cetak 6 gol cuma dari 10 performa di La Liga.

Performanya makin mempesona di gelaran Euro 2024 bersama Turki. Gol fantastisnya ke gawang Georgia menjadi satu diantara calon gol terbaik kompetisi dan memperlihatkan tehniknya yang hebat.

Tetapi, keinginan itu pupus ketika musim 2024-2025 berguling dan beralih menjadi ‘musim yang lenyap’ untuknya. Carlo Ancelotti sebagai pelatih waktu itu jarang-jarang memberikannya keyakinan di beberapa pertandingan besar.

Faktanya, dia cuma menjadi penghangat kursi cadangan saat Real Madrid tersisih dari Liga Champions oleh Arsenal. Kurangnya menit bermain bahkan juga sebelumnya sempat memacu pertaruhan jika dia akan cari club baru untuk selamatkan profesinya.

Peranan Baru, Alternatif Modric

Satu diantara permasalahan khusus Guler di zaman Ancelotti ialah ketidakjelasan berkenaan posisi terbaik. Dia kerap dimainkan berganti-gantian di antara peranan sentra di tengah-tengah dan posisi sayap kanan.

Xabi Alonso tiba dan secara langsung akhiri pembicaraan itu. Alonso yakini jika Guler “harus ada di dekat bola” dan memberikannya peranan masih tetap di baris tengah, sesuai opsi si pemain.

Keyakinan ini segera dibayarkan habis oleh Guler dengan 2 performa cemerlang di babak group Piala Dunia Antar-klub. Dia cetak gol menantang Pachuca dan menjadi dirigen permainan waktu menaklukkan RB Salzburg, ketika Modric dan Brahim Diaz duduk di kursi cadangan.

Sebuah peristiwa simbolik terjadi waktu Modric masuk gantikan Guler di tengah set ke-2 dalam dua pertandingan itu. Dengan keperginya Modric yang telah di muka mata, nampaknya Alonso sudah temukan suksesor yang sebanding.

Kesaksian Si Bekas Pelatih

Kepercayaan akan kekuatan besar Arda Guler tiba dari bekas pelatihnya di Fenerbahce, Vitor Pereira. Dia ialah orang pertama kali yang membulatkan tekad memberi Guler kiprah di team khusus pada umur 16 tahun.

Pereira bahkan juga memperbandingkan bakat Guler dengan James Rodriguez yang dulu pernah dia latih di Porto. Dia juga berkesan dengan mentalitas Guler yang sebelumnya tidak pernah takut untuk coba kembali sesudah membuat kekeliruan.

Menariknya, Pereira tidak sepakat dengan perbedaan Guler dengan Messi. Dia malah setuju dengan Xabi Alonso jika posisi terbaik Guler sebagai pemain tengah nomor 8 atau 10, peranan yang sejauh ini diisikan oleh Luka Modric.

Walaupun Guler sebelumnya sempat alami saat susah, Pereira tidak sama sekali menyangsikan masa datangnya. Dia benar-benar percaya jika Guler mempunyai kualitas dan mentalitas untuk menjadi satu diantara protagonis khusus di Real Madrid.

Komentar Vitor Pereira

“Dia mengingati saya pada James Rodriguez saat saya latihnya pada usia 19 tahun, barusan datang di Porto. Mereka ialah dua pemain dengan talenta hebat,” kata Pereira ke media massa Spanyol Marca minggu kemarin.

“Saya selalu menyaksikannya lebih sebagai pemain nomor delapan atau 10 karena kekuatannya untuk membikin musuh tidak imbang di antarlini,” sambungnya.

“Dia pintar, dia cari jalan keluar saat sebelum terima bola, dia dapat bermain pendek atau panjang, dia dapat lakukan umpan paling akhir atau tembak dari jauh. Dia pahami permainan dan selalu ingin ketahui semakin banyak. Saya terang dapat menyaksikannya bermain sebagai alternatif Modric,” tutupnya.

Tentang Penulis: Babon Bola

Gambar Gravatar
Babonbola.co.id adalah portal berita olahraga yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan menarik seputar dunia olahraga. Dengan tim jurnalis yang berpengalaman, kami menghadirkan berita terbaru tentang sepak bola, bulu tangkis, balap motor, basket, dan berbagai cabang olahraga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.