Kok Dapat Real Madrid Kalah?
BabonBola – Kekalahan di pertandingan final selalu tersisa rasa yang pahit, terlebih lagi bila itu terjadi di depan pesaing kekal. Thibaut Courtois tidak menolak rasa sedih dalam selesai Real Madrid tidak berhasil mengusung piala Piala Super Spanyol sesudah di final ditaklukkan Barcelona.
Kiper asal Belgia itu mengaku teamnya lagi ada dalam babak yang susah beberapa waktu paling akhir. Realita di atas lapangan tidak selamanya jalan sama sesuai gagasan Los Blancos.
Tetapi, Courtois menampik bila teamnya disebutkan bermain jelek keseluruhannya. Dia memandang Madrid sebetulnya tampil menguasai, khususnya di babak kedua laga.
Sayang, supremasi itu tidak lurus sebanding dengan hasil akhir. Untuk Courtois, faktor “detil kecil” menjadi pembanding yang malah memihak pada musuh di peristiwa signifikan.
Dua Muka Madrid dan Faktor Cuaca
Courtois membedah jalannya laga yang menurut dia mempunyai dua muka berlainan. Di set pertama, dia mengaku Madrid bermain terlampau berhati-hati dan tertutup.
Keadaan berbeda mencolok setelah interval. Faktor fisik dan cuaca panas di atas lapangan mulai menggerus stamina musuh, yang semestinya dapat digunakan Madrid untuk mengubah kondisi.
“Di set ke-2 kami memperlihatkan semakin banyak hal dan keadaan fisik mereka turun, itu hal yang normal karena cuaca benar-benar panas,” tutur Courtois memberi analitisnya.
Kesempatan untuk kesempatan sebetulnya terbentuk, tetapi penuntasan akhir menjadi masalah khusus. Bola seakan malas masuk ke dalam gawang dan terus mentah pada tangan penjaga gawang musuh.
“Kami mempunyai kesempatan tapi tidak masuk. Semua usai pada tangan Joan (penjaga gawang musuh) dan itu seperti rangkuman laga ini hari,” keluhnya.
“Di set ke-2 , kami patut menang, tapi detilnya sedikit bikin rugi kami ini hari,” tambah Courtois.
Vinicius Junior: Si Mimpi Jelek Musuh
Di tengah-tengah kekesalan, Courtois memberi credit khusus ke rekanan segrupnya, Vinicius Junior. Dia menyebutkan striker Brasil itu tampil hebat dan cetak gol yang mengagumkan.
Vini dipandang sukses menjadi terror riil untuk pertahanan musuh sepanjang pertandingan. Keyakinan penuh juga diberi tim Madrid ke pemain muda berbakat itu.
“Golnya hebat dan sepanjang laga ia ialah mimpi jelek untuk mereka. Mungkin kami tidak memakainya (kedahsyatan Vini) sekitar yang semestinya,” saya Courtois dengan suara penyesalan.
Dia mengharap perform cemerlang Vini menjadi modal positif walau hasil akhir tidak berpihak mereka.
“Ia pemain yang punyai banyak talenta dan kualitas. Ia menunjukkan kembali ini hari,” pujinya.
Real Madrid Menampik Berserah
Nasi telah menjadi bubur, piala telah melayang-layang. Courtois ajak beberapa rekannya agar selekasnya bangun karena agenda padat telah menunggu di muka mata.
Madrid harus selekasnya siap-siap hadapi pertandingan piala lokal di hari Rabu dan meneruskan kompetisi di liga. Semangat juang yang diperlihatkan di set ke-2 menjadi modal kepercayaan Courtois agar tersisa musim ini.
“Ini hari kami memperlihatkan jika kami ialah team yang semangat. Kami tetap harus berusaha,” jelasnya.
“Dengan sikap yang kami perlihatkan ini hari, saya percaya kami akan memenangi suatu hal,” tandas si penjaga gawang percaya diri.





