www.babonbola.co.id – Barisan penasihat Jepang yang dipegang oleh bekas anggota dewan direksi Tesla, Hiro Mizuno merencanakan dekati Tesla untuk mengulas investasi pada satu diantara produsen otomotif yaitu Nissan.
Dikutip dari Electrive pada Senin, berdasar laporan Financial Times, beberapa investor ini yakini Tesla tertarik untuk beli pabrik Nissan yang terdapat di Amerika Serikat (AS). Politikus Jepang seperti bekas perdana mentri Yoshihide Suga diberitakan memberikan dukungan gagasan itu.
Jepang berencana membuat konsorsium investor untuk Nissan, dengan Tesla menjadi simpatisan keuangan paling besar. Investasi Tesla bisa menghambat Nissan diambilalih oleh perusahaan asal Taiwan, Foxconn yang tertarik mengakuisisi Nissan.
Barisan penasihat Jepang itu cemas jika diambil, Nissan “dapat jatuh ke tangan asing yang mempunyai potensi bermusuhan” bila perusahaan itu cuma konsentrasi pada pengembalian penghasilan.
Sejumlah anggota dewan diberitakan Nissan ketahui mengenai gagasan itu. Konsorsium investor yang dipegang oleh Tesla semestinya tersisa ruangan kecil untuk investasi oleh Foxconn.
Nissan mempunyai dua pabrik perakitan di Tennessee dan Mississippi dengan keseluruhan kemampuan sekitaran satu juta unit /tahun. Tetapi, cuma 525.000 unit yang dibuat di situ tahun kemarin, yang bermakna pabrik cuma bekerja sekitaran 1/2 kemampuan.
Dan Tesla mempunyai pabrik mobil listrik di California dan Texas yang membuat semua kendaraan yang mereka jual di AS. Perusahaan otomotif punya Elon Musk itu sedang membuat pabrik truk semi listrik di Nevada.
Tetapi, gagasan ide Jepang ini mempunyai beberapa rintangan. Pertama, pabrik di AS dipandang penting untuk pemasaran dan penghasilan Nissan, walaupun pendayagunaan kemampuan pabrik di pabrik di AS rendah. Dengan begitu, ini menjadi pemikiran Nissan tidak untuk jual pabriknya ke produsen mobil lain.
Ke-2 , Tesla harus berminat untuk menggantikan pabrik Nissan, yang sekarang ini tetap fokus pada pembikinan mobil dengan mesin pembakaran.
Elon Musk secara tidak segera menampik gagasan tersebut. Dalam ciutannya berkenaan mobil Tesla Cybercab, Elon menulis di X: “Pabrik Tesla ADALAH produknya. Baris produksi Cybercab tidak sama lainnya di industri otomotif.”
Dengan demikian, menggantikan pabrik mobil dengan bahan bakar bensin tidak sesuai program fokus Tesla.





