Gian Piero Gasperini Tentukan AS Roma, Juventus Harus Gigit Jemari
BabonBola – Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, diberitakan sudah memilih untuk gabung dengan AS Roma musim depan. Keputusan ini diambil walaupun ada usaha dari Juventus untuk mengambilnya dan keinginan Atalanta supaya dia bertahan.
Sebelumnya sempat Ada Kebimbangan, Tetapi Roma Menang
Proses penerimaan Gasperini tidak berjalan lancar. Pelatih berumur 66 tahun itu sebelumnya sempat memerlukan waktu sekian hari untuk pertimbangkan penawaran Roma, khususnya sebab ada kekuatiran berkaitan project periode panjang club.
Belum juga, Juventus mendadak ada dengan proposal menarik sesudah tidak berhasil datangkan Antonio Conte, yang pilih bertahan di dalam Napoli.
Tetapi, pada akhirannya, Gasperini putuskan jika Roma ialah tujuan selanjutnya dalam profesinya. Sekarang ini, kedua pihak tengah menuntaskan detil kontrak saat sebelum informasi sah dilaksanakan.
Akhir Zaman Cemerlang di Atalanta
Kepindahnya Gasperini ke Roma mengidentifikasi usainya jalinan panjangnya dengan Atalanta. Sepanjang 9 tahun membesut La Dea, dia berhasil bawa club kecil dari Bergamo itu menjadi kemampuan baru di Serie A dan Eropa.
Di bawah bimbingannya, Atalanta raih gelar Europa League 2023/2024, menjadi runner-up Coppa Italia, dan 5 kali maju ke Liga Champions dalam tujuh musim akhir. Prestasi ini membuat Gasperini dipandang seperti satu diantara pelatih terbaik dalam sejarah club.
Tetapi, si taktikkus ternyata inginkan rintangan baru. Roma, yang berusaha bangun di bawah pimpinan Friedkin Grup, menjadi opsi yang memikat. Apalagi, Giallorossi memerlukan figure eksper untuk kembalikan kemasyhuran mereka di Serie A dan persaingan Eropa.
Apa yang Dapat Diharap dari Gasperini di Roma?
Gasperini dikenali style serangnya yang agresif dan kekuatan membuat team tanpa tergantung pada pemain bintang.
Pendekatan ini sesuai dengan filosofi Roma, yang mempunyai pangkalan pemain muda berpotensi seperti Lorenzo Pellegrini dan Paulo Dybala.
Bila sah gabung, rintangan paling besarnya ialah menyamakan tuntutan persaingan lokal dan Eropa, dan penuhi harapan tifosi yang haus piala. Tetapi, dengan rekam tapak jejaknya, Gasperini diyakinkan dapat bawa udara segar ke Olimpico.





