Donnarumma dan Tekad Besar di Inggris: Di inspirasi Sukses Legenda Italia di Man City
BabonBola – Gianluigi Donnarumma sedang ada di keadaan susah di PSG sesudah kehadiran Lucas Chevalier. Kedatangan penjaga gawang baru itu membuat tempatnya di bawah garis ada di ujung sundul.
Pertanda peralihan makin terang sesudah namanya tidak masuk susunan pemain PSG di UEFA Super Cup 2025. Keputusan itu dipandang seperti signal kuat jika saat baktinya di Parc des Princes dekati akhir.
Selanjutnya hadirkan pengakuan dari Luis Enrique, si pelatih PSG. Dia mengaku memang tidak sedang pengin memakai jasa Donnarumma.
Hal itu membuat Donnarumma pada akhirnya cari dermaga baru untuk profesinya. Sekarang kepindahnya ke Premier League disebutkan masuk ke gagasannya di masa datang.
Tekad Premier League dan Tapak jejak Balotelli
Agen Donnarumma, Enzo Raiola, mengutarakan jika client-nya benar-benar ingin main di Premier League. Raiola menyaksikan Liga Inggris sebagai lokasi yang pas untuk perubahan profesi Donnarumma seterusnya.
Enzo Raiola selanjutnya menambah, satu diantara argumen kuat Donnarumma ingin main di Liga Inggris untuk ikuti tapak jejak Mario Balotelli.
Balotelli ialah salah satu pemain Italia yang dulu pernah memenangi gelar Premier League, dan ini menjadi motivasi tertentu untuk Donnarumma. Raiola mengharap client-nya menjadi orang Italia ke-2 yang raih prestasi itu.
“Cara ke Liga Inggris diperhitungkan karena kami percaya ini dapat menjadi lokasi yang pas untuk pemain penting seperti Gigio. Sejarah menulis jika salah satu orang Italia yang dulu pernah memenangi Premier League ialah Mario Balotelli,” bebernya saat interviu dengan Calciomercato.
“Bila dia menjadi orang Italia yang lain memenanginya, itu bisa menjadi hal yang cantik untuk kami. Sejarah menunjukkan jika benar-benar susah untuk orang Italia untuk memenanginya,” hebat Enzo.
Cerita Balotelli di Inggris dan Prestasi Bersama Man City
Mario Balotelli mengawali perjalanannya di Italia dengan bela Inter Milan saat sebelum pindah ke Inggris pada 2010 untuk perkuat Manchester City. Waktu itu, Roberto Mancini sebagai manager City memandang Balotelli punyai watak bagus untuk berkompetisi di Premier League.
Sepanjang perkuat The Citizens, Balotelli tampil dalam 80 laga di semua persaingan. Dia sukses cetak 30 gol dan memberi enam assist sepanjang tiga musim di Etihad Fase.
Sesudah tinggalkan Man City pada 2013, dia sebelumnya sempat bela AC Milan dan perkuat Liverpool. Walau profesinya di Inggris pendek, peninggalannya masih tetap diingat.
Balotelli menolong City raih dua piala berprestise: FA Cup musim 2010/2011 dan Premier League musim 2011/2012. Ke-2 perolehan itu meletakkannya dalam catatan sejarah sepak bola Italia di Inggris.





