Di Mata Arne Slots, Man United Ialah Team yang Bermain Bola-Bola Panjang
BabonBola – Arne Slots dengan tegas mengutarakan kekesalannya sesudah Liverpool kalah 1-2 dari Manchester United di Anfield, Minggu malam. Dalam sesion interviu pascapertandingan, pelatih Belanda itu dengan terbuka menyebutkan United sebagai “team bola panjang” dan merasa teamnya semestinya tidak kalah.
Kekalahan itu perpanjang trend negatif The Reds menjadi empat pertandingan tanpa mencetak kemenangan di semua persaingan. Ini adalah catatan terjelek mereka semenjak 2014.
Di lain sisi, kemenangan ini menjadi yang pertama untuk United di Anfield semenjak 2016. Hasil itu mengidentifikasi dua kemenangan beruntun pertama MU di Premier League di zaman Ruben Amorim.
Liverpool sebetulnya mengawali musim dengan memberikan keyakinan. Mereka raih tujuh kemenangan berurut, termasuk lima di gelaran liga lokal.
Tetapi, momen positif itu berhenti semenjak kekalahan 1-2 di basis Crystal Palace di akhir September. Hasil jelek selanjutnya bersambung menantang Galatasaray dan Chelsea sebelumnya terakhir roboh pada tangan United.
Rangkaian hasil menyebalkan ini membuat posisi Liverpool di klassemen makin terancam. Ia sekarang hadapi penekanan besar agar selekasnya mengembalikan perform teamnya.
Slots: Susah Menantang Team yang Bermain Bola Panjang
Slots memiliki pendapat jika Liverpool sebetulnya tampil cukup kompak dalam soal membuat kesempatan. Tetapi, eksekusi di muka gawang masihlah jauh dari optimal.
Saat interviu dengan BBC Match of the Day, dia sampaikan pandangannya. “Selalu susah bertemu dengan team yang bertahan memakai block rendah dan seringkali memercayakan bola panjang,” katanya.
Dia menambah jika keadaan jadi lebih sulit sesudah teamnya ketinggalan cuma satu menit semenjak kick-off diawali. “Apalagi saat satu diantara pemain kami terkapar di atas lapangan saat gol pertama terjadi,” keluhnya.
Slots meneruskan pengakuannya dengan suara frustrasi. “Bila saat sebelum laga ada yang menjelaskan kami akan membuat sekitar ini kesempatan menantang block rendah dan bola-bola panjang, saya tidak memercayai kami bisa kalah.”
Tetapi, realita bicara lain. “Kenyataannya, kami bungkusukan 2 gol, dan satu salah satunya dari keadaan bola mati,” ucapnya.
Slots mengaku rasa frustrasinya karena kekeliruan sama terus berulang-ulang. Terutama dalam soal pertahanan dari keadaan bola mati yang terus-terusan menghantui teamnya.
Menurut dia, kekurangan itu membuat Liverpool kesusahan menjaga stabilitas perform di tingkat persaingan paling tinggi. Permasalahan ini harus selekasnya ditangani supaya tidak terus bikin rugi team.
Set Piece Jadi Permasalahan Serius Liverpool
Pelatih dari Belanda itu memberi teguran tegas ke beberapa pemainnya. Dia menyorot kurang kuatnya pertahanan Liverpool dari keadaan bola mati sebagai permasalahan akut.
“Kami memang memberi satu atau dua kesempatan tambahan selainnya 2 gol itu,” ucapnya. “Tetapi saat ketinggalan, pasti Anda harus ambil dampak negatif semakin lebih besar.”
Slots mengutamakan jika permasalahan sebetulnya tidak pada permainan terbuka. “Kenyataannya, kami jarang-jarang betul-betul kecolongan dari gempuran terbuka,” bebernya.
Dia meneruskan dengan tegas. “Permasalahannya malah kami sering bungkusukan gol dari bola mati,” jelasnya.
Slots memperjelas jika keadaan ini tidak tetap didiamkan bersambung. “Susah untuk memenangkan laga jika Anda mempunyai catatan jelek pada kondisi bola mati,” terangnya.
Dia mengarah pada gol pemasti yang diciptakan Harry Maguire lewat tandukan di menit ke-84. Gol itu tutup kemenangan 2-1 United sesudah Cody Gakpo sebelumnya sempat menyamai posisi.
Kekalahan ini membuat Liverpool melorot ke rangking ke-4 klassemen. Mereka sekarang ketinggalan empat point dari puncak Arsenal.
Dalam pada itu, United naik ke urutan ke-9 dan memulai menunjukkan signal kebangunan di bawah instruksi Amorim. Momen positif ini diharap tetap bersambung di beberapa pertandingan kedepan.





