Dari Kursi Cadangan ke Man of the Match, Dimarco Membuka Rahasia Kebangunan Inter

oleh -674 Dilihat

Dari Kursi Cadangan ke Man of the Match, Dimarco Membuka Rahasia Kebangunan Inter

BabonBola – Kemenangan besar Inter atas Pisa tidak seutuhnya menggambarkan begitu susahnya pertandingan itu di awal laga. Nerazzurri sebelumnya sempat ketinggalan 2 gol sebelumnya terakhir bangun dan tutup pertandingan dengan score mutlak 6-2.

Federico Dimarco menjadi figure sentra dalam peralihan jalur laga tersebut. Masuk sebagai pemain cadangan di set pertama, bek kiri Italia itu langsung memberikan imbas krusial.

Selesai pertandingan, Dimarco buka narasi dibalik come-back Inter, dimulai dari pendekatan team saat ketinggalan sampai perjalanan pribadinya dalam membuat lagi perform musim ini.

Masuk Lebih Awalnya, Konsentrasi Inter Cuma Satu

Dimarco di turunkan sesudah pertandingan jalan 34 menit, saat Inter ada pada kondisi darurat. Waktu itu, tuan-rumah ketinggalan 2 gol dan memerlukan tanggapan cepat.

Bek kiri itu memperjelas jika konsentrasi team tidak bercabang ke hal-hal lain. Fokus Inter saat dia masuk ke dalam lapangan hanya mengubah kondisi dan memenangi laga.

“Saat saya masuk, salah satu hal yang terdapat di pikiran kami ialah memenangi laga, tidak ada lainnya. Kami tidak mengawali pertandingan secara baik,” kata Federico Dimarco ke DAZN.

Sasaran Sederhana yang Mengganti Arah Pertandingan

Pada keadaan ketinggalan, Inter tidak memasangkan sasaran muluk. Menurut Dimarco, gagasan awalnya team benar-benar sederhana dan realitas.

Maksudnya ialah cetak minimal 1 gol saat sebelum turun minum supaya set ke-2 dapat dimainkan keadaan berlainan. Pendekatan ini menjadi dasar kebangunan Nerazzurri.

“Gagasan kami ialah cetak minimal 1 gol di set pertama, lantas set ke-2 akan jalan panjang. Rupanya kami cetak 3 gol dan bermain secara baik.”

“Ini dapat terjadi saat Anda mainkan banyak pertandingan; kadangkala pendekatan awalnya dapat salah, tetapi yang terpenting ialah mengubah keadaan,” katanya.

Refleksi Individu dan Stabilitas Musim Ini

Performa cemerlang menantang Pisa tidak tiba demikian saja untuk Dimarco. Dia mengutarakan jika dianya sebelumnya sempat ambil jarak dari lingkungan persahabatan untuk konsentrasi mengoreksi diri.

Sesudah masa susah musim kemarin, Dimarco memutuskan untuk mengawali kembali lewat pendekatan lebih introspektif. Waktu refleksi itu dia pakai untuk menilai diri, baik sebagai pemain atau secara individual.

“Saya selalu berusaha keras dalam latihan. Sesudah masa jelek musim kemarin, saya ingin mengawali dari 0. Saya habiskan sebulan di mana saya lenyap dari beberapa teman karena perlu waktu untuk berpikiran,” katanya.

“Saya coba mengawali kembali sekeras mungkin dan sukses melakukan. Saya menutup diri untuk pikirkan di mana saya bisa berkembang, tidak cuma di atas lapangan, tapi juga secara individu. Saya suka.”

Kemenangannya pada Pisa memperkuat posisi Inter di pucuk klassemen Serie A. Team bimbingan Cristian Chivu sekarang unggul enam point dari Milan di rangking ke-2 .

Tentang Penulis: Babon Bola

Gambar Gravatar
Babonbola.co.id adalah portal berita olahraga yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan menarik seputar dunia olahraga. Dengan tim jurnalis yang berpengalaman, kami menghadirkan berita terbaru tentang sepak bola, bulu tangkis, balap motor, basket, dan berbagai cabang olahraga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.