Bekas Pemain Madrid Ini Claim Messi Sebelumnya pernah Mengejeknya secara Rasis

oleh -850 Dilihat

www.babonbola.co.id – Royston Drenthe sebelumnya pernah dipandang seperti satu diantara bakat muda terbaik di dunia. Dia gabung dengan Real Madrid pada 2007 dengan keinginan dapat berkilau di club besar.

Tetapi, profesinya di Santiago Bernabeu tidak jalan sama sesuai harapan. Dia cuma tampil dalam 59 laga sebelumnya terakhir keluar pada 2012.

Pada sebuah interviu belakangan ini, Drenthe mengulas perjalanan profesinya. Dia mengutarakan pengalaman kurang menggembirakan waktu hadapi Lionel Messi.

Drenthe mengeklaim jika Messi sebelumnya pernah melecehkannya dengan rasial. Kejadian ini terjadi waktu dia bela Hercules dalam laga menantang Barcelona.

Menampik Barcelona Untuk Real Madrid

Saat sebelum gabung dengan Real Madrid, Drenthe akui mendapatkan penawaran dari Barcelona dan Chelsea. Tetapi, dia pilih Madrid karena ingin selekasnya main di tingkat paling tinggi.

“Barcelona ingin saya masih tetap di Feyenoord sepanjang setahun kembali. Saya ingin segera pergi, menjadi saya pilih Madrid,” ucapnya.

Drenthe menyebutkan jika keluarganya lebih memberikan dukungan Barcelona. Tetapi, kedatangan pemain seperti Ronaldo dan David Beckham di Madrid menjadi daya magnet tertentu untuknya.

Keperginya yang Tidak Tersangka

Pada 2012, Drenthe tinggalkan Real Madrid dengan yang menyebalkan. Dia mengeklaim jika keputusan itu bukan asal dari Jose Mourinho, tetapi dari Jorge Valdano.

“Saya bermain baik di pramusim, tetapi mendadak Valdano tiba dan memerintah saya pergi,” katanya.

Drenthe merasa Mourinho tidak berani menjelaskan secara langsung jika dia harus pergi. Walau demikian, dia masih tetap mengucapkan syukur atas pengalaman yang didapatkan.

Claim Penghinaan Rasial oleh Lionel Messi

Saat interviu itu, Drenthe mengutarakan jika dia sebelumnya pernah mendapatkan penghinaan rasial dari Lionel Messi. Kejadian itu terjadi waktu dia bela Hercules menantang Barcelona.

“Messi panggil saya dengan kata-kata rasis saat laga,” claim-nya.

Menurut Drenthe, Messi berkelit jika kata-kata itu biasa dipakai oleh pemain Argentina. Tetapi, dia masih tetap merasakan tidak nyaman dengan tindakan itu.

“Untuk mereka, itu hal yang umum. Tetapi untuk saya, itu berbeda,” kata Drenthe.

Drenthe Masih tetap Menghargai Messi

Walaupun sedih, Drenthe akui tidak mempunyai sakit hati pada Messi. Dia memutuskan untuk lupakan kejadian itu dan tidak mengulasnya kembali.

“Saya masih tetap menghargainya. Ia satu diantara pemain terbaik di dunia,” tutupnya.

Untuk Drenthe, pengalaman ini cuma menjadi sisi dari perjalanan panjangnya di dunia sepak bola.

Tentang Penulis: Babon Bola

Gambar Gravatar
Babonbola.co.id adalah portal berita olahraga yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan menarik seputar dunia olahraga. Dengan tim jurnalis yang berpengalaman, kami menghadirkan berita terbaru tentang sepak bola, bulu tangkis, balap motor, basket, dan berbagai cabang olahraga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.