Bayern Munchen versus Leverkusen: Recikan Api dari Jerman Merambat ke Pentas Eropa

oleh -895 Dilihat

www.babonbola.co.id – Pertempuran classic Bundesliga berpijar lagi, tetapi ini kali akan terhidang di atas pentas Eropa. Persaingan lokal Bayern Munchen dan Bayer Leverkusen bersambung di set 16 besar Liga Champions.

Menariknya, ini bisa menjadi tatap muka pertama ke-2 team di gelaran persaingan Eropa. Bayern tiba sebagai penguasa Bundesliga, sedangkan Leverkusen memiliki status juara bertahan Jerman.

Walau punyai adat kuat di Eropa, Bayern tidak dapat melihat mudah Leverkusen. Beberapa anak asuh Xabi Alonso tampil cemerlang musim ini, bahkan juga menjelma sebagai momok mengerikan untuk si raksasa Bavaria.

Bayern yang Tidak Memiliki daya
Bayern Munchen tidak cuma tidak berhasil mengalahkan Leverkusen musim ini. Dari 3 tatap muka lokal, Die Roten malah kelihatan tidak memiliki daya hadapi strategi tepat Alonso.

Hasil seimbang 1-1 di Allianz Tempat menjadi pembuka rangkaian hasil minor. Kekalahan 0-1 di gelaran DFB-Pokal juga menegaskan superioritas Leverkusen atas Bayern.

Waktu berkunjung ke BayArena pada tatap muka ke-3 , Bayern dibikin lagi frustrasi. Score kacamata memperjelas begitu susahnya tembus tembok kuat Leverkusen.

Bayern Memercayakan Adat
Sebagai raja Bundesliga, Bayern punyai modal sejarah yang lebih keren. Ini ialah musim ke-17 berurut mereka tampil di set 16 besar Liga Champions.

Kemenangan agregat menegangkan atas Celtic melalui gol ujung waktu Alphonso Davies menjadi bukti jika mentalitas juara tetap menempel. Tetapi, hadapi Leverkusen terang bukan pekerjaan enteng untuk Vincent Kompany.

Harry Kane menjadi sandaran khusus di baris depan Bayern. Penyerang Inggris itu telah mengumpulkan 21 gol di Bundesliga dan keseluruhan 32 gol untuk club dan tim nasional musim ini.

Leverkusen Dengan bekal Supremasi
Leverkusen tiba ke tanding ini dengan rekor impresif menantang Bayern. Mereka tidak pernah kalah dalam enam tatap muka paling akhir di semua persaingan, menulis tiga kemenangan dan tiga hasil seimbang.

Stabilitas Leverkusen kelihatan di Bundesliga. Die Werkself tidak pernah kalah di dalam 29 pertandingan tandang paling akhir mereka di liga lokal.

Rekor itu jadikan Xabi Alonso sebagai pelatih dengan catatan tandang terbaik dalam sejarah Bundesliga. Prestasi yang pernah digenggam oleh legenda Bayern, Udo Lattek.

Teror dari Semua Arah
Leverkusen tidak cuma kuat di baris belakang, tetapi baris serang mereka juga tajam. Patrik Schick sedang on fire dengan catatan 16 gol di dalam 14 laga paling akhir di liga.

Waktu menaklukkan Eintracht Frankfurt 4-1, Leverkusen memperlihatkan efektifitas gempuran yang hebat. Kemenangan itu menjaga jarak delapan point dari Bayern di pucuk klassemen.

Walau cuma mengepak dua kemenangan dari 5 pertandingan paling akhir di semua persaingan, Leverkusen masih tetap konsisten menjaga kesolidan permainan mereka.

Alonso dan Taktik Pembuktian
Xabi Alonso memahami betul bagaimanakah cara menahan Bayern. Dalam tiga tatap muka musim ini, Alonso selalu sanggup menyeimbangi bahkan juga melampaui Kompany dalam beradu strategi.

Leverkusen tampil disiplin di baris belakang, tetapi masih tetap tajam saat serang. Kesetimbangan ini yang jadikan mereka satu diantara team paling susah ditaklukkan di Jerman musim ini.

Hadapi Bayern di Liga Champions ialah ujian berlainan, tapi Alonso telah menunjukkan kemampuannya. Sekarang, Eropa juga menunggu apa Leverkusen sanggup meneruskan supremasi atas si raksasa Bavaria atau mungkin tidak.

Tentang Penulis: Babon Bola

Gambar Gravatar
Babonbola.co.id adalah portal berita olahraga yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan menarik seputar dunia olahraga. Dengan tim jurnalis yang berpengalaman, kami menghadirkan berita terbaru tentang sepak bola, bulu tangkis, balap motor, basket, dan berbagai cabang olahraga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.