5 Bekas Anak Buah Arsene Wenger yang Sekarang Menjadi Pelatih

oleh -863 Dilihat

5 Bekas Anak Buah Arsene Wenger yang Sekarang Menjadi Pelatih

BabonBola – Arsene Wenger dikenali sebagai pelatih yang sanggup membuat talenta muda di Arsenal. Anak-anak buahnya sekarang menjejaki profesi sebagai pelatih di tim-tim berlainan.

Mereka sebelumnya pernah rasakan filosofi Wenger di Emirates Fase. Saat ini, pengalaman itu mereka aplikasikan dalam peranan kepelatihan masing-masing.

Sebagian dari mereka tangani team di tingkat hebat Eropa. Ada yang pilih tim-tim lokal untuk mempertajam kekuatan managerial.

Perjalanan dari pemain menjadi pelatih tidak gampang. Tetapi, wacana dan pengalaman bersama Wenger menjadi modal bernilai.

Keberhasilan mereka sebagai pelatih menunjukkan peninggalan Wenger masih tetap hidup. Filosofi dan pendekatannya terus mempengaruhi sepak bola kekinian.

Berikut lima bekas anak buah Arsene Wenger sekarang menjadi pelatih.

1. Mikel Arteta (Arsenal)

Mikel Arteta adalah siswa tersukses dari Arsene Wenger dan sudah melalui profesi kepelatihan di Arsenal sepanjang nyaris 6 tahun. Namanya sering jadi perhatian karena perolehannya yang mengagumkan.

Sepanjang masa itu, Arteta sukses bawa Arsenal dari team papan sedang jadi kompetitor gelar yang konsisten. Perjalanan ini memperlihatkan alih bentuk besar yang dia membawa ke Emirates Fase.

Sekarang ini, dia cuma memerlukan satu gelar besar untuk memperoleh pernyataan yang pantas. Prestasinya selama ini sudah memperjelas kwalitasnya sebagai pelatih hebat.

2. Robin van Persie (Feyenoord) 

Robin van Persie mengawali profesi pelatihannya dengan cemerlang bersama Heerenveen di Eredivisie. Keberhasilan itu membuat Feyenoord selekasnya menunjuknya sebagai kepala pelatih.

Pada musim lantas, dia bawa Feyenoord finish pada posisi ke-3 dan teamnya mengawali musim baru berperforma hebat. Sekarang ini, club asal Rotterdam itu ada di pucuk klassemen sesudah delapan pertandingan, dengan 7 kemenangan dan satu hasil seimbang.

Van Persie juga mendapatkan penghargaan Rinus Michels Manajer of the Month pada Agustus.

3. Cesc Fabregas (Como)

Cesc Fabregas sekarang dipandang seperti satu diantara pelatih muda sangat prospektif di Eropa. Namanya mulai disangkutkan posisi besar di masa datang.

Pada musim panas 2024, Fabregas dipilih menjadi pelatih Como selesai club itu promo ke Serie A. Musim pertama kalinya berjalan dengan baik, bawa Como finish pada posisi ke-10.

Sekarang teamnya ada di rangking delapan dan bernafsu tembus zone Eropa. Fabregas disanjung atas gagasan taktisnya yang inovatif dan sebelumnya sempat dipepet Inter Milan menjadi kepala pelatih.

4. Patrick Vieira (Genoa)

Patrick Vieira dikenali sebagai bekas kapten Arsenal di era Invincibles. Dia mulai memperdalam profesi kepelatihan semenjak 2016 dengan beragam pengalaman internasional.

Vieira sebelumnya pernah tangani tim-tim seperti New York City FC, Nice, Crystal Palace, dan Strasbourg. Pada musim 2024/2025, dia sah gabung dengan Genoa sebagai kepala pelatih.

Musim kemarin, Genoa tutup persaingan pada posisi ke-13 Serie A. Tetapi musim ini team kesusahan mencetak kemenangan dan terjerat di zone merah sesudah enam laga awalnya.

5. Jack Wilshere (Luton Town)

Jack Wilshere dikenali sebagai pelatih berpotensi di sekolah tinggi Arsenal, tangani team U-18 lebih dari 2 tahun. Pengalaman ini membuat mencolok di kelompok pelatih muda Inggris.

Sesudah sempat jadi pendamping di Norwich City, bekas pemain Tim nasional Inggris ini putuskan cari posisi sebagai kepala pelatih. Tekadnya ialah membuat profesi managerial yang serius.

Luton Town, yang sekarang ini ada pada posisi kesebelas League One, memberi peluang pada siswa Arsene Wenger ini. Wilshere akan selekasnya pimpin team di Kenilworth Road untuk pertamanya kali.

Tentang Penulis: Babon Bola

Gambar Gravatar
Babonbola.co.id adalah portal berita olahraga yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan menarik seputar dunia olahraga. Dengan tim jurnalis yang berpengalaman, kami menghadirkan berita terbaru tentang sepak bola, bulu tangkis, balap motor, basket, dan berbagai cabang olahraga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.