3 Permasalahan yang Harus Dibenahi Xabi Alonso di Interval Internasional
BabonBola – Kemenangan 3-1 atas Villarreal membuat Real Madrid unggul dua point di klassemen. Walau ada pada posisi paling atas, Xabi Alonso tetap hadapi beberapa permasalahan yang perlu dituntaskan.
Beberapa pemain sekarang nikmati interval internasional, memberi Alonso peluang menganalisa team secara dalam. Ini peristiwa penting untuk membenahi kekurangan saat sebelum musim makin berat.
Kekalahannya dengan Atletico Madrid di La Liga dan PSG di Piala Dunia Antar-klub menjadi peringatan. Alonso harus selekasnya temukan jalan keluar supaya team masih tetap konsisten.
Bila tidak diatasi, desas-desus ini dapat mengusik irama permainan dan sasaran juara musim ini. Penilaian di interval internasional menjadi kunci untuk menjaga perform.
Xabi Alonso sekarang mempunyai peluang emas untuk mengatur lagi taktik dan mengoptimalkan kekuatan tim. Keputusan yang pas akan tentukan kesuksesan Madrid sampai musim akhir.
1. Menjaga Serasi Team
Xabi Alonso hadapi permasalahan unik dalam mengurus team bintang. Walau kelihatan bagus, realitanya penuh penekanan dan sinetron.
Kedalaman tim Real Madrid benar-benar hebat karena bujet mereka besar sekali. Beberapa pemain cadangan yang sebetulnya menjadi starter di club lain.
Endrick menjadi contoh yang mencolok karena dibeli harga sekitaran 60 juta euro. Sayang, dia jarang-jarang bermain, dan cerita sama terjadi pada Dani Ceballos.
Alonso harus menyamakan ego pemain dengan kebutuhan team. Bila tidak berhasil, permasalahan kecil ini dapat beralih menjadi rumor serius yang mengusik musim Madrid yang nyaris prima.
2. Rintangan Baris Pertahanan Real Madrid
Alonso tetap cari jalan keluar untuk pertahanan teamnya. Posisi bek tengah kehilangan pemain handal yang menjadi pimpinan di baris belakang.
Eder Militao datang dari luka dengan performa yang mengagumkan. Tetapi, pasangannya, Dean Huijsen, belum sanggup memberi konsistensi yang diperlukan team.
Huijsen tiba dengan rekam jejak besar sesudah mencolok di Tim nasional Spanyol dan Bournemouth. Sayang, adaptasinya di Real Madrid belum mulus, bisa dibuktikan dengan 2 kartu merah yang diterimanya musim ini.
Disamping itu, Huijsen tetap kesusahan tanding udara dan kontrol bola di baris belakang. Alonso harus selekasnya temukan jalan keluar supaya Madrid masih tetap kompak hadapi lawan-lawan kuat.
3. Cari Pengontrol Pertandingan di tengah Lapangan
Baris sedang jadi sorotan khusus untuk Real Madrid sekarang ini. Tanpa pengontrol permainan yang terang, team kadangkala kehilangan kesetimbangan di beberapa laga penting.
Sepanjang tahun, Kroos dan Modric menjadi pengontrol permainan yang tidak terpindahkan. Sekarang, keperginya mereka tinggalkan kekosongan yang masih belum berisi.
Arda Guler tampil mengagumkan, tapi style bermainnya berlainan. Dia lebih konsentrasi menyerang ke kotak penalti dan cetak gol dibandingkan atur irama permainan.
Madrid tetap menang karena talenta pribadi seperti Vinicius Jr. dan Mbappe. Tetapi Alonso tahu, team memerlukan pimpinan baris tengah yang bisa konsisten atur tempo dan mengurangi beban beberapa striker.





