3 Argumen Khusus Real Madrid Pisah dengan Xabi Alonso
BabonBola – Real Madrid umumkan keputusan besar dengan akhiri bekerja sama bersama Xabi Alonso. Keputusan ini diambil satu hari sesudah kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.
Keputusan itu cukup mengagetkan ingat posisi Alonso sebelumnya sempat kelihatan aman. Rangkaian lima kemenangan saat sebelum final sebelumnya sempat memberikan napas tambahan untuk si pelatih.
Tetapi, management dan Alonso memandang peristiwa perpisahan telah tepat. Club selanjutnya menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai kepala pelatih team khusus.
Promo Arbeloa dilaksanakan sesudah dia tangani team Castilla semenjak 2025. Cara ini menjadi awalnya zaman baru di Santiago Bernabeu.
Wartawan El Chiringuito TV, Jose Luis Sanchez, ungkap laporan terbatas yang menguraikan tiga argumen khusus dibalik keputusan Real Madrid untuk pisah dengan bekas pemain tengah itu.
1. Penyiapan Fisik Jadi Permasalahan Serius
Real Madrid hadapi masalah besar berkaitan kesehatan pemain selama musim ini. Cedera yang berulang-ulang membuat perform team sering tidak konstan.
Beberapa pemain mangkir dalam masa penting persaingan. Team kalah saing dengan fisik waktu hadapi musuh tertentu.
Keadaan ini memacu wawasan kembalinya Antonio Pintus ke staff team khusus. Dengan Arbeloa memegang, Florentino Perez berkesempatan menunjuk Pintus sebagai pelatih fisik.
2. Jalinan Alonso dengan Pemain Tidak Serasi
Real Madrid memandang jalinan Alonso dengan sejumlah pemain utama tidak berjalan dengan baik. Kemelut ini telah berkembang dalam beberapa saat akhir.
Beberapa pemain merasa kurang nyaman dengan metode yang diaplikasikan Alonso. Keadaan ruangan mengganti yang tidak aman turut mempengaruhi keputusan club.
3. Citra Jelek Selesai Kekalahan di Final
Real Madrid memandang perform di final Piala Super Spanyol menjadi faktor pemasti. Kekalahannya dengan Barcelona tinggalkan kesan-kesan negatif untuk management.
Walau sebenarnya awalnya Madrid sebelumnya sempat menaklukkan pesaingnya itu pada musim sama. Performa di Arab Saudi dipandang tidak menggambarkan standard club.
Walau score akhir ketat, permainan team dipandang menyebalkan. Faktor ini pada akhirnya percepat keputusan pisah dengan Alonso.





