PBSI: Test fisik olahragawan telah masuk patokan untuk All England 2025

oleh -1090 Dilihat

www.babonbola.co.id – Kepala Sektor Pembimbingan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menjelaskan hasil test fisik olahragawan yang hendak turun di BWF World Tur Super 1000 All England 2025, beberapa telah masuk patokan yang ditetapkan.

“Untuk sejumlah kecil yang masih belum, akan dikejar lewat program khusus yang direncanakan oleh pelatih fisik dan team simpatisan,” kata Eng Hian dalam info tercatat yang diterima di Jakarta, Jumat.

Eng Hian mengharap pemain bulu tangkis Indonesia yang turun dalam gelaran yang berjalan di Utilita Tempat Birmingham, Inggris pada 11-16 Maret dapat raih hasil maksimal.

Pada All England 2025, dua wakil Indonesia akan menjaga titel juara yakni tunggal putra Jonatan Christie dan double putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Jojo, panggilan dekat Jonatan Christie pada edisi awalnya sukses menjadi juara sesudah di final menaklukkan sama-sama pemain bulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting dengan score 21-15, 21-14.

Sementara Fajar/Rian raih gelar ke-2 secara berurut sesudah menang dari pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dua game 21-16, 21-16.

Pada edisi tahun ini, PBSI akan mengirimi 15 olahragawan dengan perincian tiga wakil tunggal putra yakni Jonathan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Chico Aura Dwi Wardoyo.

Selanjutnya dua wakil tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani.

Tiga pasang wakil double putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin/M Shohibul Fikri, dan dua pasang double putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Sinar Pratiwi.

“Bukan hanya ke Jojo dan Fajar/Rian, kami mengharap seluruh pemain elite Indonesia dapat memperlihatkan kualitas permainan dan prestasi paling tinggi, termasuk di bidang putri. Selainnya Gregoria, kami mengharap Putri KW dapat capai prestasi maksimal,” tutur Eng Hian.

All England adalah kompetisi badminton paling tua di dunia yang sudah berjalan sepanjang 126 tahun. Kompetisi ini pertama kalinya diadakan pada 1899 dan sebelumnya sempat berhenti 2x karena Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Semenjak 2018, All England masuk kelompok BWF Super 1000, sejajar dengan China Open, Malaysia Open, dan Indonesia Open. Sesudah lama diadakan di London, lokasi kompetisi ini dipindah ke Birmingham pada 1994.

Indonesia menulis sejarah di All England melalui Tan Joe Hok, sebagai olahragawan pertama dari Tanah Air yang raih titel juara pada bidang tunggal putra tahun 1959.

Dalam pada itu, rekor juara paling banyak dari Indonesia digenggam oleh legenda badminton Rudy Hartono, yang mencatatkan delapan gelar di bidang tunggal putra. Luar biasanya, tujuh salah satunya dicapai dengan berurut pada 1968-1974, selanjutnya dia kembali juara pada 1976.

Selainnya Rudy Hartono, pasangan double putra Tjun Tjun/Johan Wahjudi menjadi satu diantara wakil Indonesia yang tersukses di All England. Mereka sukses raih enam titel juara pada 1974-1975 dan 1977-1980, jadikan mereka satu diantara pasangan double terbaik di eranya.

Tentang Penulis: Babon Bola

Gambar Gravatar
Babonbola.co.id adalah portal berita olahraga yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan menarik seputar dunia olahraga. Dengan tim jurnalis yang berpengalaman, kami menghadirkan berita terbaru tentang sepak bola, bulu tangkis, balap motor, basket, dan berbagai cabang olahraga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.