www.babonbola.co.id – Teddy Sheringham, bekas striker Manchester United, akui kagum berperforma Cristiano Ronaldo yang hebat walau telah masuk umur yang umumnya menjadi saat pensiun untuk beberapa pemain.
Cristiano Ronaldo terus menunjukkan dianya sebagai yang terbaik, bahkan juga pada usia 40 tahun. Ronaldo, juara lima Ballon d’Or, masih tampil oke bersama Al Nassr di Liga Arab Saudi dan sudah melalui 200 performa untuk tim nasional Portugal.
Ronaldo bahkan juga memberikan signal jika dia masih ingin bermain sepanjang sekian tahun di depan, khususnya dalam upayanya capai 1.000 gol sepanjang profesi.
Fisik dan Perform Ronaldo yang Luar Biasa
Sheringham beri pujian Ronaldo sebagai ‘spesimen fisik’ yang hebat. Sheringham mengutarakan ketakjubannya pada Ronaldo, yang seakan menertawai rintangan yang umumnya ditemui pemain sama usianya.
“Ia mengoptimalkan kekuatan badannya karena ia sudah pelajari apa yang bisa perpanjang profesinya dan membuat masih tetap berkilau sepanjang mungkin. Ia fantastis. Ia terus menggedor batasan. Saya tidak paham bagaimana ia bisa cetak gol,” kata Sheringham.
Ronaldo sekarang ini pimpin pemburuan sepatu emas Liga Arab Saudi, melampaui bekas rekanan segrupnya di Real Madrid, Karim Benzema. Sampai sekarang ini, Ronaldo sudah cetak 24 gol di semua persaingan musim ini.
Bahkan juga, dia diberitakan akan tanda-tangani kontrak baru di Timur tengah yang hendak membawa sampai Piala Dunia 2026.
Rintangan dan Kemauan untuk Terus Bermain
Sheringham mengulas bagaimana Ronaldo seakan melawan nalar biologis dan olahraga tetap tampil di tingkat paling tinggi di umurnya yang tidak lagi muda.
“Ini susah. Anda harus untung dengan luka, Anda harus terbebas dari luka besar yang dapat banyak memerlukan tenaga. Keinginan Anda harus juga masih tetap ada. Anda harus ingin terus bermain. Anda tentu alami luka-cedera kecil, dan jarang-jarang bermain tanpa luka,” katanya.
Dia menambah jika makin tua umur seorang pemain, makin berat rintangan yang ditemui.
“Saat Anda capai umur 37 atau 39 tahun, luka kecil dapat kurangi 10% kegesitan, dan Anda telah kehilangan beberapa dibanding pemain lebih muda. Bertahan lewat semua itu sangat susah,” tutup Sheringham.





