Adat juara di All England 2025 berhenti menjadi sirene untuk PBSI

oleh -940 Dilihat

www.babonbola.co.id  – Kompetisi BWF World Tur Super 1000 All England 2025 usai dengan hasil jauh dari keinginan untuk badminton Indonesia.

Dari 11 wakil yang berlaga di kompetisi badminton paling tua di dunia itu, tidak satu juga yang sanggup bawa pulang titel juara.

Hasil ini bukanlah sekedar kekalahan, tapi sirene keras untuk pembimbingan badminton nasional yang sejauh ini dikenali sebagai satu diantara kemampuan khusus di dunia.

Ketidakberhasilan paling besar tiba dari bidang double putra, yang sepanjang tahun menjadi unggulan.

Pasangan double putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana menjadi wakil paling jauh Indonesia di kompetisi ini dengan tembus final. Tetapi, mereka harus senang menjadi runner-up sesudah ditaklukkan pasangan Korea Selatan, Kim Won-ho/Search engine optimization Seung-jae, dengan score 19-21, 19-21.

Lebih menyebalkan, dua juara bertahan dari tahun awalnya, Jonatan Christie di bidang tunggal putra dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di double putra, malah tersisih di set ke-2 .

Ini menjadi pukulan tepat, khususnya sesudah PBSI mengeklaim jika penyiapan hadapi All England 2025 telah dilaksanakan masak.

Sudah sejak lama, Indonesia menjadi satu diantara kemampuan khusus di All England dengan keseluruhan 52 titel juara. Adat juara ini sebelumnya sempat terbangun di bidang double semenjak 2016, terkecuali pada 2021 karena wabah COVID-19.

Tetapi, trend positif itu sekarang berhenti, mengisyaratkan ada masalah fundamental dalam mekanisme pembimbingan. Satu diantara tanda-tanda stagnasi kelihatan dari semakin susahnya pemain Indonesia berkompetisi di tingkat paling tinggi. Fajar/Rian yang diharap dapat menjaga gelar malah tidak berhasil memperlihatkan stabilitas.

Ini memunculkan pertanyaan besar berkenaan persiapan psikis dan taktik mereka dalam hadapi penekanan sebagai juara bertahan.

Disamping itu, bukti pasangan nonpelatnas, Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi, sanggup melesat sampai semi-final semakin memperjelas ada permasalahan dalam mekanisme pembimbingan.

Bila olahragawan yang latihan dengan berdikari dapat capai hasil lebih bagus dibanding mereka yang dibimbing secara langsung oleh PBSI, karena itu penilaian pada skema training dan management timnas menjadi kewajiban.

PBSI sebetulnya sudah membuat roadmap kepelatihan 2025 dengan tujuan khusus Olimpiade Los Angeles 2028.

Beberapa pelatih dikasih kebebasan melakukan eksperimen bersama pasangan double, dan diharap pada 2026, gabungan lebih konstan bisa tercipta. Tetapi, hasil di beberapa turnamen awalnya 2025 masihlah jauh dari keinginan.

Dari 7 kompetisi dalam kalender BWF musim 2025 yang sudah berjalan, cuman satu gelar yang dicapai Indonesia lewat double putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari di Thailand Masters 2025. Selainnya, wakil Indonesia pulang dengan tangan kosong, termasuk di All England.

Tentang Penulis: Babon Bola

Gambar Gravatar
Babonbola.co.id adalah portal berita olahraga yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan menarik seputar dunia olahraga. Dengan tim jurnalis yang berpengalaman, kami menghadirkan berita terbaru tentang sepak bola, bulu tangkis, balap motor, basket, dan berbagai cabang olahraga lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.